h1

Doktrin ISLAM

Mei 3, 2008

Dua kelompok terbesar dalam Islam adalah Sunni dan Syi’ah. Kelompok Islam Sunni adalah kelompok yang memiliki persentase pengikut terbesar di dunia. Negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni adalah Indonesia, Arab Saudi, dan Pakistan sedangkan negara dengan mayoritas Islam Syi’ah adalah Iran dan Irak. Doktrin antara Sunni dan Syi’ah berbeda pada masalah imamah (kepemimpinan) dan peletakan Ahlul Bait (keluarga keturunan Rasulullah SAW). Namun secara umum, baik Sunni maupun Syi’ah percaya pada rukun Islam dan rukun iman walaupun dengan terminologi yang berbeda.

Allah

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Allah dan Tauhid

Konsep fundamental dalam Islam adalah Tauhid yakni mengakui keesaan Tuhan dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Konsep ini dituangkan dengan jelas dan sederhana pada surat Al-Ikhlas (surat ke 112) yang terjemahannya antara lain :

  1. Katakanlah “Allah (Tuhan) itu satu”.
  2. “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”.
  3. “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan”.
  4. “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Dalam bahasa Arab, Tuhan disebut sebagai Allah. Kata ini secara etimologis terhubung dengan ?ilahketuhanan“, Allah adalah juga kata yang digunakan oleh orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi Arab sebagai terjemahan dari ho theos dari Perjanjian Baru dan Septuaginta.

Nama “Allah” tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan jenis kelamin tertentu. Dalam Islam sebagaimana disampaikan dalam Al Qur’an dikatakan:

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat”. (QS 42-11)

Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui Al Quran :

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (QS. 20 : 14)

Pemakaian kata Allah secara linguistik mengindikasikan kesatuan. Umat Islam percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah sama dengan Tuhan umat Yahudi dan Nasrani, dalam hal ini adalah Tuhan Ibrahim. Namun, Islam menolak ajaran Kristen menyangkut paham Trinitas dimana hal ini dianggap Politheisme.

Mengutip Qur’an, surat An-Nisa(4) :171:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan ) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan :”Tuhan itu tiga”, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa. Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.

Dalam Islam visualisasi atau penggambaran Tuhan tidak dijumpai, hal ini dilarang karena dapat berujung pada pemberhalaan dan justru penghinaan, karena Tuhan tidak serupa dengan apapun (Asy-syuraa QS. 42 : 11). Sebagai gantinya, Islam menggambarkan Tuhan dalam 99 nama / gelar / julukan Tuhan (asma’ul husna) yang menggambarkan sifat ketuhanan-Nya sebagaimana terdapat pada Al Qur’an.

Al Qur’an


Al Fatihah surat pertama dalam Al Qur’an

Al Qur’an adalah kitab suci bagi ummat Islam. Secara harfiah Qur’an berarti bacaan. Namun walau terdengar merujuk ke sebuah buku/kitab, ummat Islam merujuk Al Qur’an sendiri lebih pada kata-kata atau kalimat di dalamnya, bukan pada bentuk fisiknya sebagai hasil cetakan.

Umat Islam percaya bahwa Al Qur’an disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Penurunannya sendiri terjadi secara bertahap antara tahun 610 hingga hingga wafatnya beliau 632 masehi. Walau Al Qur’an lebih banyak ditransfer melalui hafalan, namun sebagai tambahan banyak pengikut Islam pada masa itu yang menuliskannya pada tulang, batu-batu dan dedaunan.

Umat Islam percaya bahwa Al Qur’an yang ada saat ini persis sama dengan yang disampaikan kepada Muhammad SAW, kemudian disampaikan lagi kepada pengikutnya, yang kemudian menghapalkan dan menulis isi Al Qur’an tersebut. Secara umum para ulama menyepakati bahwa versi Al Qur’an yang ada saat ini, pertama kali dikompilasi pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan (khalifah Islam ke-3) yang berkisar antara 650 hingga 656 Masehi. Utsman bin Affan kemudian mengirimkan duplikat dari versi kompilasi ini ke seluruh penjuru kekuasaan Islam pada masa itu dan memerintahkan agar semua versi selain itu dimusnahkan untuk keseragaman.[3]

Al Qur’an memiliki 114 surat (bab), dan sejumlah 6.236 ayat (terdapat perbedaan tergantung cara menghitung). Hampir semua Muslim menghafal setidaknya beberapa bagian dari keseluruhan Al Qur’an, mereka yang menghafal keseluruhan Al Qur’an dikenal sebagai hafiz (jamak:huffaz). Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang jarang, dipercayai bahwa saat ini terdapat jutaan penghapal Al Qur’an diseluruh dunia.

Muslim juga percaya bahwa Al Qur’an hanya berbahasa Arab. Hasil terjemahan dari Al Qur’an ke berbagai bahasa tidak merupakan Al Qur’an itu sendiri. Oleh karena itu terjemahan hanya memiliki kedudukan sebagai komentar terhadap Al Qur’an ataupun hasil usaha mencari makna Al Qur’an, tetapi bukan Al Qur’an itu sendiri.

5 komentar

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/doktrin_islam


  2. Dua kelompok terbesar dalam Islam adalah Sunni dan Syi’ah sebenarnya tidak melambangkan perbezaan 73 golongan yang dimaksudkan oleh Nabi S.A.W. dimana hanya 1 golongan sahaja yang benar. Persoalan kini dimanakah perbezaan pada 73 golongan ini yang menbuatkan 72 golongan adalah sesat.
    Cabang Ilmu Islam itu ada 3 bahagian :
    1) Tauhid/ Usuludin / Akhidah
    2) Fekah / Amal
    3) Tassawuf / Akhlak
    Berdasarkan 3 ilmu Islam tersebut maka jelasnya perbezaan 73 golongan yang membuatkan 72 darinya itu sesat adalah dari segi Akhidah/Tauhid/Usulludin.
    Hujah :
    4 Imam besar : sudah tentu diketahui bezanya adalah pada ranting Fekah tapi akhidahnya wajib sama.. Kalau dilihat dari sudut akhlak pula : Abu Talib paman/ bapa saudara Nabi itu boleh dikatakan mempunyai akhlak yang baik juga berbanding purata orang Islam hari ini. Sumbangan beliau pada Nabi juga bukanlah sedikit. 25 rasul juga membawa 1 akhidah yang sama dan disinilah bezanya pada 73 golongan.
    Orang Islam hari ini telah hilang keutamaan /(priority). Yang besar dianggap kecil dan yang kecil dianggap besar. Yang penting di anggap remeh dan yang remeh dianggap penting. Ini adalah kejayaan besar hasil dari era penjajahan keatas negara- negara Islam selepas era Empayar Othmaniah. Saya ucapkan syabas kepada pihak musuh kerana senjata anda sangat efektif keatas orang-orang Islam. Tapi ingat tipu daya Allah yang sebenar tipu daya. Tunggulah..
    Selepas era penjajahan (tahun 1924 M) maka semua negara-negara dimerdekakan dengan syarat. Mereka wajib menerima sistem Jus(Jews) Soli. Dan hanya boneka2 atau pembelot2 yang layak saja akan dipertangungjawapkan untuk memastikan kesinambungan Jus(Jews) Soli itu boleh dibawa hingga ke hari ini. Kesemua negara2 Islam mempunyai pembelotnya tersendiri dari Kaumnya. Renunglah Hadis dibawah :
    Muslim meriwayatkan dari Tsaubah bahwa Rasulullah bersabda,
    Sesungguhnya Allah telah membentangkan bumi kepadaku sehingga aku dapat melihat belahan timur dan belahan baratnya. Dan sesungguhnya umatku kekuasaannya akan mencapai belahan bumi yang telah dibentangkan kepadaku itu. Dan aku diberi perbendaharaan simpanan: Merah dan Putih (Imperium Persia dan Romawi).
    Aku meminta kepada Tuhanku untuk umatku agar mereka jangan dibinasakan dengan paceklik yang berkepanjangan, dan jangan dikuasakan kepada musuh selain dari kaum mereka sendiri sehingga musuh itu nantinya akan merampas seluruh negeri mereka. Lalu
    Tuhanku berfirman,
    Hai Muhammad! Bila Aku telah menetapkan sesuatu,
    maka ketetapan itu tidak akan diubah lagi; dan sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu mereka dengan paceklik yang berkepanjangan; dan tidak akan
    menjadikan seorang musuh berkuasa atas mereka dari kaum mereka sendiri, maka nantinya musuh itu tidak akan dapat merampas seluruh negeri mereka sekalipun manusia yang ada di seluruh belahan bumi berkumpul menghadapi mereka, sampai (umatmu itu sendiri) sebagian mereka menghancurkan sebagian yang lain dan sebagian mereka menawan sebagian yang lain.
    Hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Barqani dalam Shahihnya dengan
    tambahan,
    Dan yang aku khawatirkan terhadap umatku tiada lain adalah para pemimpin yang menyesatkan; dan apabila pertumpahan darah telah menimpa umatku maka tidak akan berakhir sampai hari Kiamat.
    Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada suatu kaum dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan beberapa kelompok dari umatku menyembah berhala.
    Dan sesungguhnya akan ada di antara umatku tiga puluh pendusta yang semuanya mengaku sebagai nabi, padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada lagi sesudahku; (sungguh pun demikian)
    akan tetap ada dari umatku segolongan yang tegas membela Al-Haq dan mendapat pertolongan (dari Allah), mereka tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang yang menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah Tabaraka wa Ta’ala.
    Hadith diatas membuktikan dimana kita sedang berada dizaman yang dimaksudkan oleh Nabi.. Renungkanlah..
    untuk membela mesti tahu akan apa yang hendak dibela… fikir-fikirkanlah.. Tiada guna solat walau sampai bongkok, atau berpuasa hingga kurus seperti tali “senar” sikiranya kamu tiada tahu membeza yang Haq dan yang bathil..

    Amat benarlah Hadis diatas dimana Allah telah menentukan kita dapat melihatnya apa yang berlaku pada hari ini.
    Jadi Golongan yang menang dalam mendapatkan kemerdekaan adalah pembelot yang layak meneruskan Sistem penjajah. Bermula dari itu Sejarah diolah oleh golongan menang sehinggakan sejarah kemerdekaan itu sendiripun diolah demi untuk menjulang hero-hero dari golongan menang. Semejak dari situlah kefahaman orang Islam dilanyak sedikit demi sedikit sehinggakan ke hari ini.
    Rentetan dari kesan penjajahan itu maka bertambah sukarlah orang-orang Islam pada hari ini untuk memahami apakah perbezaan pokok yang menjadi duri dalam daging kepada pemahaman Akhidah yang benar.
    Jika ada umat Islam membaca kebanyakan buku Tauhid yang ditulis pada hari ini ianya gagal sama sekali membezakan golongan-golongan sesat dalam akhidah Islam. Tetapi kebenaran dan kebathilan itu jelas lagi nyata. Cuma Umat Islam perlu menggunakan akal yang waras dan jangan terlalu taksub dengan taraf ulama-ulama sehinggakan mejadikan mereka antara ilah-ilah kamu. Kebanyakan mereka telah tiada untuk memberi penerangan yang benar kepada kamu setelah kesan penjajahan menjadikan ianya tenat pada hari ini.
    Cuba lihat pada kalimah ini : ”Tiada Ilah melainkan Allah” –
    Persoalannya semua ilah-ilah(segala sesuatu boleh jadi ilah) Bercerai/berpisah atau besekutu/bersatu dengan Maha Pencipta?… atau semua makhluk dan Allah itu becerai atau bersekutu?….
    Jawapannya : Tidak Cerai/pisah dan juga tidak besekutu/bersatu….. Buktikan.. jika anda benar..penjelasannya adalah sangat logik..tapi carilah guru yang musyid bukannya cari tauliah..
    Pada hari ini golongan Mu’tazilah adalah majority umat Islam khususnya diMalaysia.
    – Fahamannya adalah makhluk dan pencipta itu bercerai/berpisah. Secara bahasa Mu’tazilah berasal dari perkataan i’tazala yang membawa erti berpisah.
    Jabariah dan Qadariah – Golongan ini lebih kecil tetapi masih dalam ketogori mendapat tempat dalam masyarakat. Tidaklah sampai tersisih atau terpencil atau ”dagang” seperti hadis nabi.
    – Kesalahannya kerana pahamannya adalah besekutu/bersatu. Perkataan Jabariah itu nisbah kepada Jabar ( Tergagah ) maksudnya kegagahan/kuasa hak milik Allah semata-mata termasuk tenaga yang ada pada makhluk dan Qadariah itu nisbah kepada Qadar maksudnya orang yang beriktiqad manusia dan semua makhluk bergantung kepada qadak dan qadar Allah semata-mata.
    Mu’tazilah berlawanan dengan Jabariah
    Sesungguhnya maha Suci Allah adalah suci dari sebarang contoh. Dalam membawa kepada faham maka saya nukilkan maksud perkataan Allah dalam bahasa A’rab yang berasal dari perkataan Al-Ilah yang membawa maksud satu-satunya @ ” The Only”. Ilah dari segi maksudnya adalah sesuatu, dimana apa saja boleh jadi Ilah dalam konsep akhidah. Contohnya jika sesiapa perhambakan diri pada duit maka duit pun boleh jadi ilah kepadanya.
    Maka wajib bagi umat Islam mengimani Tiada ilah melainkan Allah.

    038. SHAAD

    [38.2] Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.

    [38.3] Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.

    [38.4] Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”.

    [38.5] Mengapa ia menjadikan ilah-ilah itu Ilah Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.

    006. AL AN’AAM

    [6.106] Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada ilah selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.


  3. Assalamu alaikum Wr.Wb. pak, bisa gak kalau kita telusuri lebih dalam?soalnya saya ingin tahu semua tentang konsep di bawah bendera Rasullullah.


  4. Islam itu ajaran jiplakan dari Bible. makanya mrk sulit sekali utk mendapatkan pemahaman yg pasti/yg jelas. Jadi hanya mengira ngira saja sehingga mrk selalu saling bertentangan. Dan mrk tdk perah bersepakat lala mrk mencari kambing hitam ialah Yahudi dan Kristen dan mrk mencaci maki. Kita tahu sekarang umat islam lagi berantakan/bunuh2an dgn sesamanya dan keadaan spt ini akan terus berlanjut hingga mrk bubar dgn sendirinya.
    Banyak yg sdh membuat aliran2 sendiri atau keluar dari islam pindah Kristen. Krn semakin jelas kesesatan mrk


  5. syi’a tdk bisa di katakan sebagai bahagian dari islam,syi’ah adalah agama yg berdiri dg ajarannya sendiri



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: